Pada tahun 2018, dinyatakan bahwa penggunaan HTTPS (versi aman dari HTTP, dengan "S" berarti Aman) akan dilihat sebagai sinyal positif untuk hasil pencarian. Artinya, situs yang menggunakan SSL diperkirakan akan mendapat peringkat lebih tinggi dibandingkan situs yang menjalankan protokol tidak terenkripsi. Banyak waktu telah berlalu sejak itu, namun banyak perusahaan masih menggunakan situs HTTP. Pada artikel ini, kita akan melihat apakah keberadaan sertifikat SSL memengaruhi posisi SEO, serta bagaimana jenis sertifikat dapat memengaruhi peringkat situs, dan kesalahan apa yang dapat menghalangi pengaturan keamanan yang benar.
HTTPS (HyperText Transfer Protocol Secure) adalah versi HTTP yang aman untuk mentransfer data antara server dan browser. Untuk menggunakan HTTPS, Anda memerlukan sertifikat SSL, yang mengonfirmasi “identitas” situs web, dan data dienkripsi menggunakan teknologi SSL (Secure Sockets Layer). Proses enkripsi ini melindungi informasi pribadi yang dikirimkan, seperti kata sandi, nomor kartu kredit, dan informasi sensitif lainnya dari pihak yang tidak berwenang, sehingga hanya server dengan kunci yang tepat yang dapat mendekripsinya.
Bayangkan sebuah situasi: Anda pergi ke toko online untuk melakukan pembelian. Di halaman tersebut, jika ada koneksi aman, browser memeriksa sertifikat SSL situs. Jika semuanya beres, “https://” akan ditampilkan di bilah alamat, yang menunjukkan bahwa koneksi aman. Jika tidak, browser akan memperingatkan Anda tentang kemungkinan bahaya.
Tanpa sertifikat SSL, situs seperti toko online, bank, dan perusahaan lain yang menangani data pribadi pengguna berisiko kehilangan kepercayaan pelanggan dan menghadapi ancaman pencurian data. Meskipun SSL tidak memiliki dampak nyata pada SEO, ketidakhadiran SSL akan membuat situs Anda rentan terhadap penyerang.
Penelitian menunjukkan bahwa memiliki protokol yang aman merupakan faktor peringkat yang penting, bersama dengan aspek-aspek seperti penggunaan kata kunci, kualitas konten, dan kemudahan navigasi situs. Namun, SSL tidak dapat dikatakan secara langsung meningkatkan peringkat suatu situs. Ini sebenarnya lebih merupakan kebutuhan dasar dibandingkan manfaat tambahan. Di sebagian besar mesin pencari saat ini, lebih dari 90% situs menggunakan HTTPS.
Ada beberapa jenis sertifikat SSL, yang dapat memberikan efek berbeda pada keamanan dan kepercayaan suatu situs. Mari kita lihat:
Mengenai dampak jenis sertifikat pada SEO, sertifikat yang ditandatangani sendiri tidak membantu meningkatkan peringkat, karena mesin pencari tidak mempercayai sumber tersebut. Untuk jenis sertifikat lainnya, korelasi tersebut belum dapat ditentukan, namun ada pendapat bahwa sertifikat EV dapat menimbulkan kepercayaan yang lebih besar di kalangan mesin pencari, terutama untuk situs di bidang keuangan atau komersial.
Mesin pencari tidak membedakan otoritas sertifikat yang menerbitkan sertifikat SSL. Tugas mesin pencari adalah memeriksa keberadaan sertifikat dan kebenarannya. Hal utama adalah sertifikat tersebut dikeluarkan oleh otoritas sertifikasi tepercaya, dan semuanya berfungsi tanpa kesalahan.
Kesalahan saat memasang sertifikat SSL dapat menyebabkan masalah pengindeksan situs, yang akan berdampak negatif pada SEO. Berikut kesalahan utama yang harus dihindari:
Sertifikat SSL merupakan bagian integral dari keamanan situs web, terutama dalam hal penyimpanan dan transmisi data rahasia. Ini berdampak positif tidak hanya pada peringkat SEO, tetapi juga pada kepercayaan pengguna, dan juga dapat meningkatkan konversi dan penjualan. Penting untuk memastikan bahwa sertifikat dipasang dengan benar dan situs dikonfigurasi dengan benar untuk bekerja dengan HTTPS.
Jika Anda memiliki pertanyaan tentang pengaturan SSL atau SEO, Anda dapat menghubungi studio SEO kami. Kami akan membantu jika ada pertanyaan mengenai promosi SEO website Anda. Kirimkan kepada kami melalui email info@seo.computer.
ID 1912